Keutamaan Masjid Nabawi Dan Pahala Shalat Didalamnya

Sahabat dunia islam, Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah tiba di Madinah, Seperti kita ketahui Pahala Shalat di Masjid Nabawi adalah 1.000 kali lipat dibandingkan dengan shalat di masjid biasa.

Jika kita lihat saat ini Masjid Nabawi sangat megah dan kokoh itu semua berawal dari perjuangan Rasulullah, para sahabat, dan Khalifah. Beserta kaum anshor dan muhajirin

Rasulullah telah membangun dan membina masjid Nabawi dengan berlandaskan ketakwaan kepada Allah. Ketika Rasulullah keluar dari Quba menuju kota Madinah, banyak sekali pengikut beliau yang saling berebutan untuk menarik tali Unta Rasulullah dan menawarkan tempat untuk Rasulullah tinggal.

Dengan penuh kearifan beliau menjawab permintaan dan tawaran penduduk Madinah dan berkata “Biarkanlah unta ini jalan, karena ia diperintah Allah”.

Setelah sampai di depan rumah Abu Ayub Al-Ansari, unta tersebut berhenti dan Abu Ayub sangat senang dan mempersilahkan Rasulullah untuk tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Abu Ayyub Al-Anshari, Rasulullah mendirikan masjid di atas sebidang tanah wakaf dari As’ad bin Zurrah dan anak yatim Sahal dan Suhail, anak Amir Bin Amarah yang diasuh oleh Muadz bin Atrah.

Saat mulai pembangunan masjid, Rasulullah meletakan batu pertama, diikuti dengan batu kedua, ketiga, dan keempat dibantu oleh Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Kemudian masjid tersebut dibangun bersama-sama dengan kaum Anshar dan kaum Muhajirin hingga selesai.

Saat itu, pagar Masjid Nabawi terbuat dari batu tanah dengan tinggi 2 meter. Tiang-tiangnya dari batang kurma, atapnya dari pelepah daun kurma, dan halaman ditutup dengan batu-batuan kecil. Saat itu, kiblat pun menghadap ke Baitul Maqdis karena pada waktu itu belum turun perintah Allah untuk menghadap ke ka’bah. Masjid Nabawi terus dibangun dan diperluas oleh para khalifah dan tabi’in.

Perkembangan pembangunan masjid nabawi dari masa sepeninggalan Rasullullah bisa kita lihat Pada masa Umar bin Khattab tahun 17 H (638 M) bangunan direnovasi dan diperluas pada bagian Selatan, Barat, dan Utara seluas 1100 meter persegi . Di masa Khalifah Utsman bin Affan tahun 29 H (649 M) bangunan Masjid dibangun dengan batu dan beliau memperluas masjid di sisi bagian Selatan, Barat dan Utara sebesar 470 meter persegi.

Pada tahun 88 H (706 M) khalifah dari Bani Umayah Al-Walid bin Abdul Malik merenovasi bangunan dan melakukan perluasan masjid di sisi bagian Barat, Selatan, dan Timur. Hujrah Syarifah dimasukan dalam kawasan bangunan masjid dengan tetap menjaga Hujrah Umul Mukminin Aisyah yang merupakan tempat pemakaman Rasulullah dan kedua sahabatnya, Abu Bakar dan Ummar bin Khathab.

Tahun 161 H (777 M) Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi memerintahkan agar masjid diperluas lagi, maka jadilah luas bangunan secara keseluruhan 8890 meter persegi  dan dibangun kembali tanpa perluasan karena terjadi kebakaran hebat pada tahun 645 H (1226 M).

Pada tahun 879 H (1474 M) dibangun kembali beberapa bagian masjid atas perintah Sultan Al-Mamluki Al-Asyraf Al-Qaytbai. Ketika itu halilintar menyambar menara utama hingga timbul kebakaran besar pada tahun 886 H (1481 M), lalu Al-Asyraf memerintahkan agar bangunan Masjid dibangun kembali dan diperluas sisi bagian timur seluas 120 meter persegi dan dibangun menara baru di babur rahmah.

Kita bisa melihat perkembangan majid nabawi sampai saat ini terlihat megah dan menurut dari beberapa sumber masjid nabawi termasuk masjid terbesar di dunia setelah masjidil haram yang menempati urutan teratas.

Keutamaan Masjid Nabawi yang dinyatakan oleh Muhammad SAW sebagaimana diterima dari Jabir RA yakni sebagai berikut:

“Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya.”

Tak hanya itu, Rasululllah SAW pun pernah bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat di masjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali salat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan.” (Riwayat Ahmad dan Thabrani).

Berdasarkan hadis-hadis tersebut  maka Kota Madinah dan terutama Masjid Nabawi selalu ramai dikunjungi umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji atau umrah sebagai amal sunah.

loading...